EFEKTIVITAS PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) REMAJA PUTRI DI PEKANBARU
DOI:
https://doi.org/10.35328/kebidanan.v14i1.2869Kata Kunci:
Tablet tambah darah, Kadar Hb, Remaja PutriAbstrak
Pemerintah Indonesia berupaya mengatasi masalah anemia pada remaja melalui program pemberian suplemen Tablet Tambah Darah (TTD). Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, hanya 73,5% remaja putri usia 10-19 tahun yang mengonsumsi TTD. Padahal, suplementasi zat besi secara teratur dapat meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh, yang penting untuk produksi sel darah merah dan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pemberian TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMPN 33 dan MTS Al Fajar Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok. Sampel penelitian terdiri dari 72 siswi, dengan 36 siswi di sekolah yang diberikan tablet tambah darah (TTD) dan 36 siswi di sekolah yang diberikan vitamin B Complex. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah alat pengukur kadar Hb digital "Quick Check" dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Independent Sample T-Test untuk analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok intervensi, baik yang diberikan TTD maupun vitamin B Complex, mengalami peningkatan rata-rata kadar hemoglobin. Namun, peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok yang diberikan TTD lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang diberikan vitamin B Complex (p-value=0,024). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian TTD efektif terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri. Bidan Puskesmas diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap program pencegahan anemia pada remaja putri di wilayah kerjanya. Hal ini dapat dilakukan dengan memantau kepatuhan remaja dalam mengonsumsi TTD, sehingga diharapkan remaja putri patuh dalam mengonsumsi TTD dan angka anemia dapat menurun
Unduhan
Referensi
Alamsyah PR. dkk. (2024). Bangun Generasi Emas Dengan Pedoman Gizi 8000 HPK. Banten. PT Sada Kurnia Pustaka.
Amir, N., & Djokosujono, K. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di Indonesia: Literatur Review. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 15(2), 119. https://doi.org/10.24853/jkk.15.2.119-129
Astuti Eka Rati. (2023). LITERATURE REVIEW : FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANEMIA PADA REMAJA PUTRI. Jambura Journal Of Health Science And Research, 5(2), 550–561.
Badan Kebijakan Kesehatan Nasional. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Jakarta. Kemenkes RI.
Deivita, Y., Syafruddin, S., Andi Nilawati, U., Aminuddin, A., Burhanuddin, B., & Zahir, Z. (2021). Overview of Anemia; risk factors and solution offering. Gaceta Sanitaria, 35, S235–S241. https://doi.org/10.1016/j.gaceta.2021.07.034
Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2019). Laporan Kinerja Tahun 2019 Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Pekanbaru. Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
Elisa, S., Oktafany, & Oktarlina, R. Z. (2023). Faktor penyebab kejadian anemia pada remaja putri. Agromedicine, 145–148. https://doi.org/10.36053/mesencephal
Febriana Erna. (2021). Pengaruh Konsumsi Tablet Tambah Darah (Ttd) Dengan Air Jeruk Lemon Plus Madu Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Anemia Di Pondok Pesantren Harsallakum Dan Darussalam Kota Bengkulu Tahun 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu Jurusan Keperawatan Bengkulu Prodi Sarjana Terapan Keperawatan. http://journal.unilak.ac.id/index.php/JIEB/article/view/3845%0Ahttp://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/1288
Gaxiola F & Regil. (2020). Intermittent iron supplementation for reducing anaemia and its associated impairments in adolescent and adult menstruating women. International Journal of Evidence-Based Healthcare, 18(2), 274–275. https://doi.org/10.1097/XEB.0000000000000212
Gebby Nadila, Lestari Sudaryanti, & Rize Budi Amalia. (2024). The association between adolescent girls’ elevated hemoglobin levels and blood supplement tablets consumption. World Journal of Advanced Research and Reviews, 21(1), 597–602. https://doi.org/10.30574/wjarr.2024.21.1.0039
Kemenkes RI. (2018). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Jakarta. Kemenkes RI.
Kemenkes RI. (2020). Pedoman pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri pada masa pandemi COVID-19. Jakarta. Kemenkes RI.
Mentari Dian & Nugraha Gilang. (2023). Mengenal Anemia: Patofisiologi, Klasifikasi, dan Diagnosis. Jakarta. BRIN.
Permatasari, T., Briawan, D., & Madanijah, S. (2018). Efektifitas Program Suplementasi Zat Besi pada Remaja Putri di Kota Bogor. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(1), 1. https://doi.org/10.30597/mkmi.v14i1.3705
Rahmiati, B. F., Briawan, D., & Madanijah, S. (2018). Qualitative Study about Factors and Strategy Improvement of Iron Suplementation on on Pregnant Woman in Tasikmalaya District. Media Gizi Mikro Indonesia, 9(2), 113–122.
Shah, S. P., Shah, P., Desai, S., Modi, D., Desai, G., & Arora, H. (2016). Effectiveness and feasibility of weekly iron and folic acid supplementation to adolescent girls and boys through peer educators at community level in the tribal area of Gujarat. Indian Journal of Community Medicine, 41(2), 158–161. https://doi.org/10.4103/0970-0218.173498
Yunita dkk. (2022). Model Pengembangan Program 8000 HPK. Jawa Tengah. Universitas Sebelas Maret.
Zuhrah Taufiqa, Karina Rahmadia Ekawidyani, T. P. S. (2020). Aku Sehat Tanpa Anemia Buku Saku Anemia untuk Remaja Putri. Sumatera Barat. CV. Wonderland Family Publisher.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmu Kebidanan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.










