IMPLEMENTASI SELF-CARE REGULATION MODEL PADA PASIEN DENGAN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN

Penulis

  • Deni Susyanti Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan
  • Hotma Ria Banjarnahor Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan
  • Handerman Vitu Gea Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan
  • Nina Olivia Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan
  • Erna Masdiana Akademi Keperawatan Iskandar Muda Lhokseumawe

DOI:

https://doi.org/10.35328/keperawatan.v14i1.2937

Kata Kunci:

Self-Care Regulation Model, Stroke Iskemik

Abstrak

Stroke masih menjadi penyebab utama disabilitas global, dengan stroke iskemik mendominasi kasus. Di Indonesia, tingginya angka kejadian menyoroti kebutuhan intervensi efektif, terutama karena defisit perawatan diri akibat hemiparesis sering membuat pasien bergantung. Untuk mengatasi ini, Self-Care Regulation Model (SCRM) hadir sebagai strategi keperawatan yang memberdayakan pasien agar lebih mandiri. Studi kuasi-eksperimental ini dilaksanakan dari Januari hingga Juni 2025 di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau, melibatkan 30 pasien stroke iskemik rawat inap yang sadar penuh, bersedia menjadi responden, dan berusia 40-70 tahun. Pasien dengan kondisi medis lain yang memengaruhi penelitian dieksklusi. Intervensi SCRM, yang meliputi pelatihan berpakaian, makan, dan mobilisasi tempat tidur, secara signifikan meningkatkan skor Barthel Indeks rata-rata dari 45.2±12.8 menjadi 68.7±10.5 (p<0.001). Peningkatan 23.5 poin ini secara klinis berarti pergeseran dari ketergantungan sedang menjadi kemandirian ringan atau minimal. Klasifikasi Barthel Indeks juga menunjukkan perubahan positif: tidak ada lagi pasien yang sangat bergantung, hanya 16.7% yang bergantung berat, sementara mayoritas (66.7%) menjadi bergantung sedang, 13.3% bergantung ringan, dan 3.3% bahkan mencapai kemandirian penuh. Temuan kualitatif turut mendukung, menunjukkan peningkatan efikasi diri, pengetahuan adaptif, koping, serta dukungan sosial dan lingkungan. Singkatnya, implementasi SCRM terbukti efektif meningkatkan kemandirian fungsional pada pasien stroke iskemik. 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Juniarti, A., Faizal, M., & Meilando, R. (2023). Data berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian stroke di Indonesia pada tahun 2013 berdasarkan diagnosis medis diperkirakan sebesar 7%, Sedangkan angka kejadian stroke berdasarkan diagnosis medis pada tahun 2018 sebesar 12,4%. Da. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(November), 1377–1386.

Mihen, E. L., Suyen Ningsih, O., Ndorang, T. A., Ruteng, P., Yani, J. J. A., & Flores, R. (2022). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Self-Care Pada Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Ruteng Tahun 2022. Jwk, 7(2), 2548–4702.

Rafiudin, M. A., Utami, I. T., & Fitri, N. L. (2024). Penerapan Range Of Motion (ROM) Aktif Cylindrical Grip Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke Non Hemoragik. Cendikia Muda, 4(3), 10.

Risal, M. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self Care Studi Pada Pasien Stroke Non-Hemoragik Di Poliklinik Syaraf Rsud I Lagaligo Wotu Kabupaten Luwu Timur. Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Bataraguru Soroaka, Sulawesi Selatan, Indonesia, November, 189–201.

Salsabila, R., Ahyana, & Safuni, N. (2023). (Riskesdas, 2018). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, VII, 150–159.

Suhardingsih, A. V. S., Mahfoed, M. H., Hargono, R., & Nursalam. (2019). Peningkatan Self-Care Agency Pasien Dengan Stroke Iskemik Setelah Penerapan Self-Care Regulation Model. Jurnal Ners, 7(1), 13–23.

Sulistyowati, D. (2020). Hubungan Self Efficacy Dengan Perilaku Self Care ( Dengan Pendekatan Teori Orem ) Pasien Stroke Di. Jurnal Penelitian, 3(September), 17–23.

Yusri, A. Z. dan D. (2020). Pengkajian Dalam Proses Keperawatan Sebagai Penentu Keberhasilan Pemberian Asuhan Keperawatan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(2), 809–820

Juniarti, A., Faizal, M., & Meilando, R. (2023). Data berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian stroke di Indonesia pada tahun 2013 berdasarkan diagnosis medis diperkirakan sebesar 7%, Sedangkan angka kejadian stroke berdasarkan diagnosis medis pada tahun 2018 sebesar 12,4%. Da. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(November), 1377–1386.

Mihen, E. L., Suyen Ningsih, O., Ndorang, T. A., Ruteng, P., Yani, J. J. A., & Flores, R. (2022). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Self-Care Pada Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Ruteng Tahun 2022. Jwk, 7(2), 2548–4702.

Rafiudin, M. A., Utami, I. T., & Fitri, N. L. (2024). Penerapan Range Of Motion (ROM) Aktif Cylindrical Grip Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke Non Hemoragik. Cendikia Muda, 4(3), 10.

Risal, M. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self Care Studi Pada Pasien Stroke Non-Hemoragik Di Poliklinik Syaraf Rsud I Lagaligo Wotu Kabupaten Luwu Timur. Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Bataraguru Soroaka, Sulawesi Selatan, Indonesia, November, 189–201.

Salsabila, R., Ahyana, & Safuni, N. (2023). (Riskesdas, 2018). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, VII, 150–159.

Suhardingsih, A. V. S., Mahfoed, M. H., Hargono, R., & Nursalam. (2019). Peningkatan Self-Care Agency Pasien Dengan Stroke Iskemik Setelah Penerapan Self-Care Regulation Model. Jurnal Ners, 7(1), 13–23.

Sulistyowati, D. (2020). Hubungan Self Efficacy Dengan Perilaku Self Care ( Dengan Pendekatan Teori Orem ) Pasien Stroke Di. Jurnal Penelitian, 3(September), 17–23.

Diterbitkan

2025-07-29

Cara Mengutip

IMPLEMENTASI SELF-CARE REGULATION MODEL PADA PASIEN DENGAN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN. (2025). Jurnal Ilmu Keperawatan, 14(1), 104-110. https://doi.org/10.35328/keperawatan.v14i1.2937