PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI JOMPO YAYASAN GUNA BUDI BAKTI MEDAN 2021

Penulis

  • Raudah Tinnur Universitas Prima Indonesia image/svg+xml
  • Hasrat Ndruru
  • Eirene Kristiani Waruwu
  • Putri Anggi Angriani
  • Arta Manova Doloksaribu
  • Tiarnida Nababan

DOI:

https://doi.org/10.35328/keperawatan.v10i1.1586

Kata Kunci:

aromaterapi lavender, insomnia, lansia

Abstrak

Insomnia merupakan keadaan yang dialami oleh individu yang terbangun atau sulit untuk tidur baik malam maupun siang hari akibat dari perubahan fisiologi yang dialami oleh lanjut usia seiring bertambahnya usia. Aromaterapi Lavender adalah salah satu terapi nonfarmakologi untuk mengatasi insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penurunan masalah kualitas tidur pada lanjut usia. Jenis penelitian menggunakan metode pre-eksperimental design dengan menggunakan one group pretest-posttest design, jumlah sampel yaitu 25 responden dan instrumen pengumpulan informasi yang digunakan kuesioner KSPBJ-IRS terdiri dari 11 pertanyaan, serta mengisi kuesioner diawal dan diakhir yang dibantu oleh peneliti untuk mengukur tingkat insomnia pada lanjut usia dilaksanakan selama 7 hari. Hasil yang didapatkan diolah secara statistik dengan menggunakan aplikasi SPSS melalui uji Pired Sampel T test didapatkan dengan df 25 p-value 0,200 > α (0,005). Hasil penelitian menunjukkan ada penigkatan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi aroma terapi lavender, kesimpulanya yang didapatkan yaitu adanya penurunan insomnia terhadap lanjut usia setelah diberikan aroma terapi lavender di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti Medan. Disarankan kepada lansia untuk melanjutkan pemberian aroma terapi lavender dengan bantuan perawat untuk meningkatkan kuliatas tidur.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Diterbitkan

2021-07-27

Cara Mengutip

PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI JOMPO YAYASAN GUNA BUDI BAKTI MEDAN 2021. (2021). Jurnal Ilmu Keperawatan, 10(1), 36-42. https://doi.org/10.35328/keperawatan.v10i1.1586