PENGARUH PENERAPAN METODE MINIMUM-MAXIMUM STOCK LEVEL (MMSL) PADA OBAT GENERIK PARETTO A DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN PKU MUHAMMADIYAH GAMPING, SLEMAN, D.I. YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.35328/keperawatan.v13i1.2625Kata Kunci:
Analisis ABC, MMSL, Obat Generik, Paretto A, Pengendalian PersediaanAbstrak
RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta merupakan rumah sakit rujukan BPJS yang melayani 700 pasien dalam sehari. Hal ini tentunya memerlukan pengelolaan perbekalan obat agar tidak terjadi kejadian overstock atau stockout. Untuk mencegah kejadian tersebut, maka Instalasi Farmasi RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta menerapkan metode pengendalian persediaan Minimum-Maximum Stock Level (MMSL). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penerapan metode MMSL terhadap nilai persediaan obat-obat generik pareto A di unit farmasi rawat jalan RS PKU Muhamadiyah Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi dengan non-equivalent without control design. Populasi dan sample pada penelitian ini adalah obat generik di unit jalan RS PKU Muhamadiyah Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah obat generik dengan kategori paretto A. Kriteria eksklusinya adalah obat dengan suplai tidak stabil. Jumlah sampel yang terjaring pada penelitian ini sebanyak 23 obat generik yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan menerapkan metode MMSL terhadap stok 23 obat generik tersebut. Penerapan metode MMSL terhadap stok obat dimulai dari Bulan April - Mei 2020. Pengaruh penerapan metode MMSL terhadap nilai investasi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penerapan metode MMSL terhadap nilai persediaan obat generik paretto A yang terdapat di unit farmasi rawat jalan RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Analisis terhadap intervensi MMSL menunjukkan signifikansi p = 0,000. Nilai persediaan obat sebelum dilakukan intervensi sebesar Rp 15.175.340,00, sementara nilai persediaan setelah dilakukan intervensi berkurang menjadi Rp 11.864.748, 00. Hal tersebut menunjukkan efisiensi persediaan sebesar Rp 3.310.592,00.
Unduhan
Referensi
Dampung, V., Maidin, A., & Mardiana, R. (2018). Penerapan Metode Konsumsi Dengan Peramalan, EOQ, MMSL dan Analisis ABC-VEN dalam Manajemen Perbekalan Farmasi di Rumah Sakit Pelamonia Makasar. Media Farmasi, 14(1), 124. https://doi.org/10.32382/mf.v14i1.144
Darmawati, M., Saputra, Y. D., & Dhirisma, F. (2023). Pengendalian Obat dan Alat Kesehatan Pareto A dengan Metode MMSL (Minimum-Maximum Stock Level) Di Instalasi Bedah RS PKU Muhammadiyah Gamping Periode Februari-Maret 2021. Indonesian Journal of Pharmaceutical Sciences and Clinical Research, 1(1), 1–14.
Dewi, E. K., Dahlui, M., Chalidyanto, D., & Rochmah, T. N. (2020). Achieving Cost-Efficient Management of Drug Supply via Economic Order Quantity and Minimum-Maximum Stock Level. Expert Review of Pharmacoeconomics & Outcomes Research, 20(3), 289–294. https://doi.org/10.1080/14737167.2019.1633308
Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2017). Operations Management : Sustainability and Supply Chain Management (12th ed.). Pearson Education.
Indarti, T. R., Satibi, & Yuniarti, E. (2019). Pengendalian Persediaan Obat dengan Minimum-Maximum Stock Level di Instalasi Farmasi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Journal of Management and Pharmacy Practice, 9(3), 192–202. https://doi.org/10.22146/JMPF.45295
Kartika, N., & Ristia, S. (2023). Analisis Pengendalian Persediaan Obat Analgesik Menggunakan Metode EOQ dan Maximum Minimum Stock Level (MMSL) (Studi Kasus Pada Apotek). Jurnal Ekonomi Manajemen, 7(2), 139–148. https://doi.org/10.37058/jem.v7i2.2958
Kemenkes RI. (2016). Permenkes 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.
Kemenkes RI. (2019). Pedoman Penyusunan Rencana Kebutuhan Obat dan Pengendalian Persediaan Obat Di Rumah Sakit. Kemenkes RI.
Laurensia, V., Noorrizka, G., Achmad, V., Diniya, R., & Soeliono, I. (2020). Evaluasi Perencanaan Persediaan Antibiotik Secara Kuantitatif Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tipe A. Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 10(3), 176–185. https://doi.org/10.22146/JMPF.49035
Pranata, Y., Banun, A., & Hilmy, M. R. (2022). Pengendalian Antibiotik Berdasar Metode Konsumsi ABC dengan Penerapan Minimum-Maximum Stock Level Terhadap Efisiensi Persediaan Farmasi Rumah Sakit. Jurnal Health Sains, 3(9), 1429–1442. https://doi.org/10.46799/jhs.v3i9.585
Rachmawati, N. L., & Lentari, M. (2022). Penerapan Metode Min-Max untuk Minimasi Stockout dan Overstock Persediaan Bahan Baku. Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya, 8(2), 143–148. https://doi.org/10.30656/intech.v8i2.4735
Saputra, K. K., Marsudi, M., & Maulana, Y. (2021). Analisis Persediaan Obat dengan Menggunakan Metode ABC dan Economic Order Quantity (EOQ) di PT. Daya Muda Agung. Journal of Industrial Engineering and Operation Management, 4(2). https://doi.org/10.31602/jieom.v4i2.5855
Smith, J. (2018). The Impact of Customer Demand on Minimum and Maximum Inventory Decisions. Journal of Supply Chain Management, 15(2), 45–62.
Wijayanto, P. A., Sriatmi, A., & Jati, S. P. (2021). Comparative Analysis of Consumption Methods and Minimum Maximum Stock Level (MMSL) in Improving the Efficiency and Effectiveness Inventory of Antibiotic Drugs at Aisyiyah Hospital Bojonegoro. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(4). https://doi.org/10.30604/jika.v6i4.812
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.










