HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT MENGENAI KOMUNIKASI SBAR DENGAN KEPATUHAN DALAM PELAKSANAAN HANDOVER DI RUANG RAWAT INAP
DOI:
https://doi.org/10.35328/08p9xx14Kata Kunci:
Handover, Kepatuhan, Pengetahuan, SBARAbstrak
Kesalahan komunikasi antar tenaga kesehatan merupakan penyebab utama insiden keselamatan pasien, di mana handover yang tidak efektif berkontribusi signifikan terhadap kesalahan medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) dengan kepatuhan pelaksanaan handover pasien di ruang rawat inap RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 57 perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap medikal dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan SBAR serta lembar observasi untuk menilai kepatuhan handover. Analisis data univariat dilakukan dengan distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan SBAR yang baik (78,9%) dan tingkat kepatuhan handover yang patuh (70,2%). Hasil analisis bivariat memperoleh nilai p-value sebesar 0,494 ($p > 0,05$), yang mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat mengenai komunikasi SBAR dengan kepatuhan dalam pelaksanaan handover pasien. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan perawat dalam pelaksanaan handover tidak hanya ditentukan oleh faktor kognitif internal, melainkan dikendalikan oleh faktor luar seperti beban kerja dan supervisi klinis dari kepala ruangan.
Unduhan
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman keselamatan pasien di rumah sakit. Jakarta: Kemenkes RI.
Naza, A., Yuswardi, A. P., Mayasari, P., & Maurissa, A. (2024). Pelaksanaan Komunikasi SBAR saat Handover di Ruang Rawat Inap. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(4), 1333–1336. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i4.3009
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2020). Manajemen keperawatan: Aplikasi dalam praktik keperawatan profesional (Edisi 5). Jakarta: Salemba Medika.
Rahman, A., & Sari, N. (2023). Hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan komunikasi SBAR dalam handover pasien. Jurnal Keperawatan, 15(2), 45–52.
Sendoh, G., Handayani, R., & Simon, M. I. (2023). Pengaruh budaya keselamatan pasien terhadap kepatuhan komunikasi efektif perawat pelaksana. Jurnal Kepemimpinan Keperawatan, 6(1), 12–20.
Simon, M. I., Laya, A. A., & Wahyuni, S. (2025). Komunikasi Efektif SBAR dengan Kualitas Pelaksanaan Timbang Terima Diruangan Rawat Inap. Jurnal Siti Rufaidah, 3(2), 21–29. https://doi.org/10.57214/jasira.v3i2.180
Sujarweni, V. W. (2022). Metodologi Penelitian Keperawatan. PT. Pustaka Baru.
Wijayanti, K., Handayani, T., & Purnomo, L. (2023). Hubungan Penggunaan Komunikasi Efektif SBAR Terhadap Kualitas Pelaksanan Handover. Journal Innovation In Education, 1(4), 106–117. https://doi.org/10.59841/inoved.v1i4.622
World Health Organization. (2020). Patient safety: Communication during patient handovers. Geneva: WHO.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.










