KOLABORASI INTERPROFESIONAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS PERENCANAAN ASUHAN PASIEN: STUDI CROSS-SECTIONAL

Penulis

  • Sri Mahdiarti Magister Keperawatan/Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia
  • Muhammad Hadi Magister Keperawatan/Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia
  • Eni Widiastuti Magister Keperawatan/Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35328/93330w78

Kata Kunci:

Kolaborasi Interprofesional, Perencanaan Asuhan Pasien, Cross-Sectional

Abstrak

Kolaborasi Interprofesional (Interprofessional Collaboration/IPC) merupakan kerja sama antar tenaga kesehatan dengan latar belakang pendidikan dan profesi yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yaitu menyelesaikan masalah pasien secara bersama-sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan IPC dengan kualitas perencanaan asuhan pasien di sebuah rumah sakit tipe C di Tangerang. Desain penelitian adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 211 tenaga kesehatan dan sampel berjumlah 136 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel independen adalah IPC, diukur menggunakan kuesioner Assessment of Interprofessional Team Collaboration Scale II (AITCS-II), sedangkan variabel dependen adalah kualitas perencanaan asuhan pasien, diukur menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan metode Informasi-Analisis-Rencana (IAR). Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara IPC dengan kualitas perencanaan asuhan pasien (p=0,000; OR=69,000; 95% CI: 22,188–214,575). Hasil regresi logistik biner menunjukkan bahwa IPC berhubungan signifikan dengan kualitas perencanaan asuhan pasien (p=0,000) setelah dikontrol oleh variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan masa kerja, dengan nilai Odds Ratio sebesar 118,308 (95% CI: 27,896–501,458). Model regresi logistik mampu menjelaskan 70,1% variasi kualitas perencanaan asuhan pasien (Nagelkerke R Square=0,701). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara IPC dengan kualitas perencanaan asuhan pasien. Mengingat desain cross-sectional yang digunakan, hubungan ini bersifat asosiatif dan tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan kausal. Penguatan kolaborasi interprofesional disarankan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas perencanaan asuhan pasien di rumah sakit.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adiputra, I. M. S. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan.

Anugrawati, S. D., Nurhikma, Saputri, I. W., & Nurfadilah, K. (2023). Analisis regresi logistik biner dalam penentuan faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu lulus mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Journal of Mathematics: Theory and Applications, 5(1), 11-16. https://doi.org/10.31605/jomta.v5i1.2401

Fathya, N. A., Effendy, C., & Prabandari, Y. S. (2021). Implementation of interprofessional collaborative practice in type B teaching general hospitals: A mixed methods study. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia, 10(2), 162. https://doi.org/10.22146/jpki.60093

Hendro, & Setiatin, S. (2021). Analisis desain formulir asesmen awal rawat jalan terkait SNARS Edisi 1.1 elemen penilaian AP 1.2 di RS BSA Bandung. Jurnal Health Sains, 2(7), 886-895. https://doi.org/10.46799/jhs.v2i7.220

Israyana, M. H. S. S. (2021). Faktor yang berperan terhadap kemampuan perawat dalam melaksanakan interprofessional collaboration dalam meningkatkan kinerja perawat. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Karaeng, D. I. C. (2024). Analisis praktik kolaborasi interprofesional kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tidar Kota Magelang. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Murdiany. (2021). Hubungan komunikasi interprofesional dengan kolaborasi perawat-dokter di IRNA RSUD H. Damanhuri Barabai. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Musdalifah. (2023). Penilaian Interprofessional Collaboration pada puskesmas dalam upaya penanganan stunting di Sulawesi Barat.

Orchard, C. A., King, G. A., Khalili, H., & Bezzina, M. B. (2012). Assessment of Interprofessional Team Collaboration Scale (AITCS): Development and testing of the instrument. Journal of Continuing Education in the Health Professions, 32(1), 58-67.

Patima. (2021). Konsep interprofessional collaboration pada rumah sakit di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Putriana. (2024). Efektivitas tim dan pentingnya kolaborasi interprofesional dalam penanganan penyakit TB paru. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Rachmawati, A., Makkiyah, F. A., Bustamam, N., & Muktamiroh, H. (2024). Interprofessional education: Learning method and core competencies in medical students in Asia. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia, 13(1), 68. https://doi.org/10.22146/jpki.81834

Rifkhan. (2023). Pedoman metodologi penelitian data panel dan kuesioner.

Susatia, B., & Sundari, S. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan budaya keselamatan pasien di RSI UNISMA Malang. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia, 7(1), 1-10.

Syukur, A. M. (2024). Implementasi interprofessional collaboration (IPC) pada perawat di ruang rawat inap RS Universitas Hasanuddin. Universitas Hasanuddin.

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

KOLABORASI INTERPROFESIONAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS PERENCANAAN ASUHAN PASIEN: STUDI CROSS-SECTIONAL. (2026). Jurnal Ilmu Keperawatan, 15(1), 98-105. https://doi.org/10.35328/93330w78