Digital Health Literacy Training: Penguatan Kompetensi Administrasi Kesehatan di Rumah Sakit Era Transformasi Digital
DOI:
https://doi.org/10.35328/mfsb4684Kata Kunci:
Digital Literacy, Health Literacy, Administrasi KesehatanAbstrak
Transformasi digital dalam sektor kesehatan menuntut tenaga kesehatan masa depan memiliki kemampuan literasi kesehatan digital yang kuat. Namun, masih banyak mahasiswa administrasi kesehatan yang belum optimal dalam memahami, menilai, dan memanfaatkan teknologi digital di lingkungan rumah sakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan digital melalui pelatihan Penguatan Kompetensi Administrasi Kesehatan di Rumah. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 mahasiswa Administrasi Kesehatan Universitas Siber Muhammadiyah yang dipilih menggunakan non-probability sampling dengan teknik accidental sampling, yaitu peserta yang hadir secara sukarela dalam webinar dan bersedia mengikuti pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata literasi kesehatan digital dari 67,8 pada pre-test menjadi 83,9 pada post-test, dengan hasil uji t berpasangan p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan peningkatan signifikan. Pelatihan berbentuk webinar efektif meningkatkan literasi kesehatan digital mahasiswa. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dan dikembangkan dalam format e-learning interaktif untuk menjangkau lebih banyak peserta.
Unduhan
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





