EDUKASI DAN SCREENING DIABETES MELITUS PADA REFUGEE DI SIAK RESORT PEKANBARU
DOI:
https://doi.org/10.35328/8fvsb205Kata Kunci:
Edukasi ,Diabetes Melitus, Sreening, Refugee, Penyakit Tidak MenularAbstrak
Gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan tingginya prevalensi kejadian penyakit tidak menular yang salah satu kasus teringgi yaitu Diabetes Melitus (DM). Prevalensi DM meningkat 0,5 persen dari tahun 2013 ke tahun 2018. Pemerintah sudah melakukan upaya dalam penjaringan kasus DM melalui kegiatan screening dan edukasi DM pada masyarakat, namun tentunya tidak semua masyakat dapat terjaring, terutama bagi refugee. Beberapa tahun terakhir jumlah reefugee di Pekanbaru mengalami peningkatan. Semakin bertambahnya reefugee, tentunya juga dengan permasalahan kesehatan yang beragam diantaranya DM. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengedukasi dan meng screening DM pada refugee yang ada di Siak Resort Pekanbaru. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu edukasi berupa memberikan penyuluhan tentang DM yang terdiri dari beberapa materi dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Indonesia karena mereka mengalami kendala berbahasa, setelah dilakukan edukasi, dengan persetujuan dilakukan screening DM dengan alat glukometer. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hail kegiatan sesuai dengan yang diharapkan, refugee memahami apa yang disampaikan dan mereka aktif bertanya mengenai DM. Berdasarkan hasil screening pada 25 refugee tidak ditemukan penderita DM
Unduhan
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





