HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBINIA DI PUSKESMAS BONGO NOL
DOI:
https://doi.org/10.35328/kebidanan.v14i1.2860Kata Kunci:
BBLR, Deteksi Dini, Hiperbilirubinemia, NeonatusAbstrak
Penelitian memiliki tujuan guna memperoleh hasil dari analisis keterkaitan antara berat badan lahir rendah (BBLR) dan kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir di Puskesmas Bongo Nol. Penelitian ini memakai metode cross-sectional dengan mengikutsertakan 40 bayi sebagai sampel. Data diambil dari rekam medis dan dianalisis menggunakan pengujian tipe Kendall’s tau-b. Hasil akhir memperlihatkan bahwa terdapat keterkaitan positif yang sejalan antara BBLR dan hiperbilirubinemia (koefisien korelasi 0,562, p < 0,01). Bayi dengan BBLR mempunyai presentase lebih tinggi mengidap hiperbilirubinemia akibat ketidakmatangan fungsi hati yang menghambat eliminasi bilirubin. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi pada bayi dengan BBLR untuk mencegah komplikasi serius. Rekomendasi mencakup penguatan edukasi ibu hamil, peningkatan asupan gizi selama kehamilan, dan akses layanan kesehatan yang lebih baik.
Unduhan
Referensi
Afian, D. H., Anam, M. S., Himawan, A. B., Suswihardhyono, A. N., R., & R. (2021). Faktor yang Berhubungan dengan Kenaikan Berat Badan Bayi Berat Lahir Rendah. Sari Pediatri, 23(2), 75.
Andaruni, N. Q. (2018). Pengaruh Pijat Bayi dan Breastfeeding terhadap Penurunan Kadar Bilirubin pada Neonatus dengan Hiperbilirubinemia. Jurnal Ilmiah Bidan, 3(2), 45-51. Retrieved from http://e-journal.ibi.or.id/index.php/jib/article/view/52
Artiray, D. P., Misrawati, M., & Suci, W. P. (2025). Gambaran Penggunaan Aplikasi Kesehatan Mobile dan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan. Jurnal Ners, 9(1), 1056-1064. Retrieved from https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/30122
Azizah, A. (2024). Hubungan antara Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Hiperbilirubinemia pada Bayi di RSUD Banyumas. Involusi: Jurnal Ilmu Kebidanan, 14(2), 28-32.
Corneles, S. M., & Losu, F. N. (2015). Hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi. JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan), 3(2), 51-55.
Fatmawati, L., Sulistyono, A., & Notobroto, H. B. (2017). Pengaruh Status Kesehatan Ibu Terhadap Derajat Preeklampsia/Eklampsia di Kabupaten Gresik. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 20(2), 52-58. Retrieved from https://repository.unair.ac.id/99895/
Fitri, N. L., Sari, S. A., Dewi, N. R., Ludiana, L., Nurhayati, S., & S. (2022). Hubungan usia ibu dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Ganjar Agung Kecamatan Metro Barat Kota Metro. Jurnal Wacana Kesehatan, 7(1), 26-31.
Irba, P. B., & Sumarmi, S. (2024). Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Bayi Lahir di Puskesmas Taman Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4), 10864-10870. Retrieved from http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/33901
Jaya, A. M., Saharuddin, S., & Fauziah, H. (2021). Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Dengan Hiperbilirubinemia Di Rumah Sakit Wilayah Kota Makassar Periode Januari-Desember Tahun 2018. UMI Medical Journal, 6(2), 130-136.
Kurniawati, A., & Nurdianti, D. (2018). Karakteristik ibu hamil dengan pengetahuan dan sikap dalam mengenal tanda bahaya kehamilan. Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas, 2(1), 32-41.
Palupi, F. H. (2014). Perbedaan tingkat kecemasan ibu primigravida dengan multigravida dalam menghadapi proses persalinan kala i di rumah bersalin ngudi saras jaten karanganyar. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada. Retrieved from https://jurnal.ukh.ac.id/index.php/JK/article/view/45
Purborini, S. F., & Rumaropen, N. (2023). Relationship of Age, Parity, and Education Level with Unwanted Pregnancy in Fertile age couples in Surabaya. Media Gizi Kesmas, 12(1), 207-211. Retrieved from https://e-journal.unair.ac.id/MGK/article/download/38225/25289
Raharja, S., Emilia, O., & Rochjati, P. (2018). Profil Primigravida Muda dan Luaran Persalinan di Rumah Sakit Dr. Oen Surakarta. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 5(1), 39-49.
Rohima, I., Mulyanti, S., & Nurlina, F. (2023). Penerapan pemberian fototerapi dapat menurunkan derajat ikterik pada neonatus dengan hiperbilirubin di ruang perinatologi RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Journal of Nursing Practice, 2(2), 219-224.
Sadarang, R. (2021). Kajian Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Indonesia: Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Jurnal Kesmas Jambi, 5(2), 28-35.
Wardana, K. E., Triguno, Y., & Wulandari, N. K. (2021). Difference In Knowledge Between Primigravida And Multigravida Mothers About The Danger Signs Of Pregnancy At Seririt 1 Health Center. Journal of Applied Nursing and Health, 3(2), 136-140.
Wijaya, J. F., Tanamal, C., Arif, J., Syahputri, F., N., & R. (2022). Tingkat pendidikan ibu hamil dan keteraturan pemeriksaan ANC. Jurnal Prima Medika Sains, 4(2), 37-41.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmu Kebidanan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.










