HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DI MA PONDOK PESANTREN TEKNOLOGI
Kata Kunci:
Pengetahuan, Sikap, Pendewasaan Usia PerkawinanAbstrak
Indonesia termasuk negara persentase pernikahan di usia muda tertinggi di dunia rangking ke tiga puluh tujuh. Bayi yang dilahirkan oleh pernikahan dini juga memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk lahir prematur, dengan berat badan lahir rendah, dan kekurangan gizi. Berdasarkan survei awal pada remaja putri di MA Pondok Pesantren Teknologi dari 11 remaja putri, 8 orang tidak tahu tentang usia yang aman untuk menikah, dan bersikap negatif denganingin menikah di usia muda, dan 3 orang mengetahui menikah di usia < 20 tahun bisa berisiko terhadap kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan pada remaja putri. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross secsional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 61 remaja putri dan sampel dengan total sampling. Hasil pengolahan data sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup tentang pendewasaan usia perkawinan sebanyak 25 orang (40,0%), sebagian besar responden bersikap negatif yaitu 41 orang (67,2%). Berdasarkan analisis uji chi square diperoleh nilai p value 0,039 < α 0,05 yang artinya terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan. Kepada tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan intensitas konseling dan penyuluhan tentang bahaya pernikahan dini pada remaja.










