PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN HOT FLASHES PADA WANITA MENOPAUSE
DOI:
https://doi.org/10.35328/kebidanan.v13i2.2743Kata Kunci:
Menopause, Hot Flashes, Senam LansiaAbstrak
Menopause merupakan terhentinya menstruasi secara tetap akibat tidak bekerjanya folikel ovarium serta tidak mendapat menstruasi selama 12 bulan. Menopause umumnya terjadi di usia antara 45 – 55 tahun. Adapun penyebab terjadinya menopause yaitu karena hormon estrogen dan progesteron mengalami penurunan, sehingga dapat mengakibatkan organ reproduksi melemah dan timbullah perubahan pada fisik seperti terjadinya hot flashes. Terapi farmakologi yaitu dengan terapi sulih hormon sedangkan dengan terapi non farmakologi dapat diatasi dengan rajin berolahraga senam lansia. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah ada manfaat senam lansia dalam menurunkan tanda-tanda hot flashes pada wanita menopause di Desa Rambah Tengah Hilir Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Berdasarkan survey awal diperoleh bahwa ibu menopause mengalami hot flashes. Dalam penelitian ini, digunakan metode kuantitatif Pra-Eksperimen melalui pendekatan one group pretest-posttest. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Dengan pengambilan teknik sampling jenuh. Uji statistik T-Dependen merupakan analisis data yang digunakan. Hasil penelitian menjelaskan terdapat pengaruh signifikan antara Senam Lansia dalam menurunkan Hot Flashes pada wanita menopause di Desa Rambah Tengah Hilir Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu seperti yang diperlihatkan oleh nilai p-value (0,000) < 0,05 dari uji statistik T-Dependen. Saran kepada wanita menopause yang mengalami hot flashes untuk bisa menerapkan gerakan senam lansia ini sebagai salah satu teknik dalam mengurangi dan meringankan gejala yang dirasakan penderita.
Unduhan
Referensi
Claudia, Juli Gladis, Nurnaningsih Ali Abdul, Nurhidayah Nurhidayah, Selvi Mohamad, Fatmawati Ibrahim, and Eka Rati Astuti. 2022. “Penurunan Hot Flashes Pada Menopause Dengan Senam Lansia.” Jurnal Bidan Cerdas 4 (1): 19.https://doi.org/10.33860/jbc.v4i1.769.
Coker, Christopher, Ethan Greene, J. Shao, Development Enclave, Rao Tula, Ram Marg, Lee Jones, et al. 2018. “PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA DI PUSKESMAS MEDAN TUNTUNGAN TAHUN 2018.” Transcommunication 53 (1): 18.http://www.tfd.org.tw/opencms/english/about/background.html%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.cirp.2016.06.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.powtec.2016.12.055%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ijfatigue.2019.02.006%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.matlet.2019.04.024%0A.
Hasnita, Evi, Neila Sulung, and Nanda Novradayanti. 2019. “Pengaruh Pemberian Olahan Tempe Kukus Terhadap Gejala Hot Flashes Pada Ibu Menopause” 4 (3): 496–506.
Herawwati, Rika. 2020. “Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Usia Menopause Di Posyandu Lansia Puskesmas Tambusai Kabupaten Rokan Hulu.” MATERNITY AND NEONATAL 03 (02): 117–24. https://e-journal.upp.ac.id/index.php/akbd/article/view/2162/1605.
Juliana, Diena, Dwi Anggraini, Nurul Amalia, and Poltekkes Kemenkes Pontianak. 2021. “HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK WANITA DENGAN KELUHAN PADA MASA MENOPAUSE” 3 (1). https://akperyarsismd.e-journal.id/BNJ/article/view/32/27.
Juliani, Sri Utami, and Oswati Hasanah. 2018. “PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP HOT FLASHES PADA WANITA MENOPAUSE” 5 (2): 545–54. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/view/21305.
Kusumastuti, Wulan Rahmadhani, and Fitria Prabandari. 2022. “Increasing Elderly Knowledge Menopause and Physical Health Through Tera Exercise in Selokerto Village, Kebumen Regency,” 217–21.
Mulyani, Siti Nina. 2017. MENOPAUSE. Nuha Medika.
Nurfadilah, Kianti, Putri Azzahroh, and Anni Suciawati. 2022. “FLUSH PADA WANITA KLIMAKTERIUM THE EFFECT OF SOY MILK ADMINISTRATION REDUCING HOT FLUSH SYMPTOMS AMONG CLIMACTERIUM WOMEN.” Kebidanan 11 (2): 164–70. https://akbid-dharmahusada-kediri.ejournal.id/JKDH/index%0APENGARUH.
Veronica, Septika Yani, Era Ulandari, Fisca Pratiwi, Ita Nur, Wulan Anggia Lestari, and Yeni Andrika Pratiwi. 2023. “UPAYA PENURUNAN GEJALA HOT FLUSH PADA WANITA KLIMAKTERIUM” 7: 1456–61.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Ilmu Kebidanan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.










