HUBUNGAN POSISI KERJA DAN DURASI KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA LAUNDRY

Authors

  • Mufidah Saumi Institut kesehatan dan Teknologi Al Insyirah, Pekanbaru, Indonesia
  • Eva Mayasari Institut kesehatan dan Teknologi Al Insyirah, Pekanbaru, Indonesia
  • Riski Novera Yenita Institut kesehatan dan Teknologi Al Insyirah, Pekanbaru, Indonesia
  • Riska Epina Hayu Institut kesehatan dan Teknologi Al Insyirah, Pekanbaru, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35328/kesmas.v14i1.2951

Keywords:

Durasi_Kerja, Kelelahan_Kerja, Laundry, Posisi_Kerja

Abstract

Working in non-ergonomic positions tends to cause discomfort and fatigue more quickly, which in turn can reduce work productivity. In addition, prolonged work duration, especially exceeding 8 hours per day, also contributes to an increased risk of occupational fatigue. Based on this, this study aims to determine the relationship between work position and work duration on occupational fatigue in laundry workers. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The sample size was 42 respondents using purposive sampling technique. Data was obtained from the distribution of IFRC and REBA measurement sheets. Data analysis used the chi-square test. Most workers worked in a high-risk working position of 54.8%, most workers worked with abnormal working duration of 69.0%, and most workers experienced mild fatigue of 59.5%. There was a significant relationship between working position (p-value = 0.008) and working duration (p-value = 0.011) on job fatigue among laundry workers in West Sidomulyo Village, Tuah Madani District, Pekanbaru City. The majority of laundry workers worked in a high-risk working position category, abnormal working duration category, and experienced mild fatigue category. There was a significant relationship between working position and working duration on job fatigue among laundry workers. It is recommended that laundry business owners design ergonomic work facilities such as the layout of work tools, ergonomic tables, and chairs, as well as regulate the working hours of workers according to the normal working duration limits

References

Allo, A. A., & Yanti, P. (2022). Hubungan Antara Sikap Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Tukang Jahit Di Kecamatan Mentirotiku, Toraja Utara. Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakat.

Badiang, A., Joseph, W. B. S., & Suoth, L. F. (2018). Hubungan Antara Stres Kerja Dan Motivasi Kerja Dengan Perasaan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja Laundry Di Kelurahan Kleak Dan Bahu Kota Manado. Jurnal Kesmas, 7(5).

Budiman, F. (2015). Hubungan Posisi Kerja Angkat Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Nelayan Tangkap Di Muara Angke Pluit Jakarta Utara. Universitas Idonusa Esa Unggal.

Darmayanti, J. R., Handayani, P. A., & Supriyono, M. (2021). Hubungan Usia, Jam, Dan Sikap Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Pekerja Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah Provinsi Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Unimus , 4.

Erliana, C. I. (2021). Analisis Postur Kerja Dan Kelelahan Pada Pekerja (1st Ed.). Sefa Bumi Persada.

Handayani, P. A. (2023). Hubungan Durasi Kerja Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pedagang Di Pasar Karangayu Kota Semarang. Professional Health Journal, 5(1).

Hutabarat, Y. (2017). Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi (1st Ed.). Media Nusa Creative.

Innah, M., Alwi, M. K., Gobel, F. A., & Habo, H. (2021). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Penjahit Pasar Sentral Bulukumba. Window Of Public Health Journal, 1(5), 471–481.

Kusgiyanto, W., Suroto, & Ekawati. (2017). Analisis Hubungan Beban Kerja Fisik, Masa Kerja, Usia, Dan Jenis Kelamin Terhadap Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pekerja Bagian Pembuatan Kulit Lumpia Di Kelurahan Kranggan Kecamatan Semarang Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(5), 413–423.

Latief, A. W. L., Bahar, S. N., & Maharja, R. (2022). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Petani. Jurnal Ilmiah Kesehatan (Jika, 4(1), 146–154.

Narpati, J. R., Ekawati, & Wahyuni, I. (2019). Hubungan Beban Kerja Fisik, Frekuensi Olahraga, Lama Tidur, Waktu Istirahat Dan Waktu Kerja Dengan Kelelahan Kerja (Studi Kasus Pada Pekerja Laundry Bagian Produksi Di Cv.X Tembalang, Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1).

Nurmutia, S., Ruspendi, & Rusmalah. (2022). Ergonomi Industri (M. Shobur, Ed.; 1st Ed.). Unpam Press.

Ramdan, I. M. (2018). Kelelahan Kerja Pada Penenun Tradisional Sarung Samarinda (1st Ed.). Penerbit Uwais .

Riad, I., & Khadafi, M. Z. (2023). Qailullah (Tidur Siang) Dalam Tradisi Sunnah: Manfaatnya Bagi Kesehatan Dan Produktivitas. Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 1(6), 1301–1315.

Rinaldi, R. R., Fauzan, A., & Ilmi, M. B. (2020). Hubungan Usia, Masa Kerja Dan Status Gizi Dengan Kelelahan Kerja Pada Awak Mobil Tangki (Amt) Di Pt. Elnusa Petrofin Banjarmasin Tahun 2020.

Santoso G. (2014). Manajemen Kelelahan Kerja. Prestasi Pustaka Publisher.

Santriyana, N., Dwimawati, E., & Listyandini, R. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Pembuat Bolu Talas Kujang Di Home Industry Kelurahan Bubulak Tahun 2022. Promotor : Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 6(4).

Suma’mur. (2014). Higine Perusahaan Dan Kesehatan Kerja. Gunung Agung .

Suma’mur. (2015). Ergonomi Untuk Keselamatan Kesehatan Kerja Dan Produktifitas. Uniba Press.

Tarwaka. (2014). Ergonomi Indutri: Dasar-Dasar Ergonomi Dan Implementasi Di Tempat Kerja. (2nd Ed.). Harapan Press .

Wahyuni, A., Rasman, & Khaer, A. (2021). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Industri Mebel Di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo. Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 21(2), 357–363.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

HUBUNGAN POSISI KERJA DAN DURASI KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA LAUNDRY. (2025). Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences), 14(1), 42-50. https://doi.org/10.35328/kesmas.v14i1.2951