PERBANDINGAN KEPUASAN AKSEPTOR TERHADAP PENGGUNA KONTRASEPSI IMPLAN DAN IUD DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

Penulis

  • Ameylia Miranda Maulydia Program Studi S1 Kebidanan/Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan, Indonesia ##default.groups.name.author##
  • Rizky Vaira Program Studi D3 Kebidanan /Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan, Indonesia ##default.groups.name.author##
  • Idha Farahdiba Program Studi S1 Kebidanan/Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan, Indonesia ##default.groups.name.author##

DOI:

https://doi.org/10.35328/kebidanan.v14i2.3016

Kata Kunci:

Implan, IUD, Pelayanan, Kepuasan, Kontrasepsi

Abstrak

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan dan intrauterine device (IUD) dinilai lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Namun, tingkat penggunaan MKJP masih tergolong rendah dibandingkan metode kontrasepsi jangka pendek, yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat kepuasan akseptor terhadap metode yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kepuasan akseptor pengguna kontrasepsi implan dan IUD di Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan, dengan meninjau beberapa aspek pelayanan seperti keandalan tenaga kesehatan, keterukuran prosedur, jaminan keamanan, empati, serta kecepatan respons pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 70 responden yang dipilih secara purposive sampling, masing-masing 35 pengguna implan dan 35 pengguna IUD. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median tingkat kepuasan pengguna IUD adalah 94, sedangkan pengguna implan sebesar 91, dengan nilai p=0,810 yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan. Meskipun demikian, secara deskriptif, pengguna IUD menunjukkan kecenderungan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Temuan ini memberikan gambaran penting bagi penyedia layanan KB untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam pemberian informasi, keterlibatan komunikasi yang aktif, dan sikap empatik terhadap akseptor.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abiyo, J., Nabirye, R. C., Nambozo, B., Mukunya, D., Nantale, R., Oguttu, F., Wani, S., Musaba, M. W., Tumuhamye, J., & Epuitai, J. (2024). “I have come to remove it because of heavy bleeding”: a mixed-methods study on early contraceptive implant removal and the underlying factors in eastern Uganda. Contraception and Reproductive Medicine, 9(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s40834-024-00279-7

Amenu, D., Wakjira, T., Tadele, A., Kebede, A., & Asefa, Z. (2023). Why intrauterine device (IUD) utilization is low in southwestern Ethiopia. A mixed-method study. Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica, 102(7), 905–913. https://doi.org/10.1111/aogs.14587

Black, K. I., McGeechan, K., Watson, C. J., Lucke, J., Taft, A., McNamee, K., Haas, M., Peipert, J. F., & Mazza, D. (2021). Women’s satisfaction with and ongoing use of hormonal long-acting methods compared to the oral contraceptive pill: Findings from an Australian general practice cluster randomised trial (ACCORd). Australian and New Zealand Journal of Obstetrics and Gynaecology, 61(3), 448–453. https://doi.org/10.1111/ajo.13319

Costenbader, E., Cartwright, A. F., Mcdowell, M., Assefa, B., & Tejeji, Y. (2020). Factors Associated With Delayed Contraceptive Implant Removal in Ethiopia. 455–465.

Costescu, D., Chawla, R., Hughes, R., Teal, S., & Merz, M. (2022). Discontinuation rates of intrauterine contraception due to unfavourable bleeding: a systematic review. BMC Women’s Health, 22(1), 1–19. https://doi.org/10.1186/s12905-022-01657-6

Danna, K., Jaworski, G., Rahaivondrafahitra, B., Rasoanirina, F., Nwala, A., Nqumayo, M., Smith, G., Moon, P., Jackson, A., Thurston, S., & Kalamar, A. (2022). Introducing the hormonal Intrauterine Device in Madagascar, Nigeria, and Zambia: results from a pilot study. Reproductive Health, 19(1), 1–12. https://doi.org/10.1186/s12978-021-01300-x

Ditasman, Rudi Hartono, F. R. S. (2024). Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Di Puskemas Sidomulyo Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. Volume 2,(1), 270–284.

Maceira, D., Oizerovich, S., Perrotta, G., de León, R. G. P., Karolinski, A., Suarez, N., Espinola, N., Caffe, S., & Chandra-Mouli, V. (2023). Acceptability and continuation of use of the subdermal contraceptive implant among adolescents and young women in Argentina: a retrospective cohort study. Sexual and Reproductive Health Matters, 31(1), 1–13. https://doi.org/10.1080/26410397.2023.2189507

Prasetya, E., & Mahendra, G. K. (2023). Analisis Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana Di Kampung KB Kalurahan Ambarketawang (Studi Kasus Padukuhan Bodeh Kalurahan …. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu …, 10, 501–511.

Sappan, R., Wattanakamolchai, P., Werawatakul, Y., & Sothornwit, J. (2021). Discontinuation of contraceptive implants within 12 months of use. Thai Journal of Obstetrics and Gynaecology, 29(4), 198–207.

Sari, Y. M. (2022). Hubungan Kualitas Pelayanan Kontrasepsi Dengan Tingkat Kepuasan Akseptor KB di Desa Pinang Merah Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Limbur Tahun 2022. 2, 27–30.

Setyorini, C., Dewi Lieskusumastuti, A., & Hanifah, L. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Mkjp): Scoping Review. Avicenna : Journal of Health Research, 5(1), 132–146. https://doi.org/10.36419/avicenna.v5i1.600

Ssebatta, G., Kaye, D. K., & Mbalinda, S. N. (2021). Early contraceptive implants removal and its associated factors among women using implants at a National Referral Hospital, Kampala Uganda. BMC Women’s Health, 21(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s12905-021-01541-9

Diterbitkan

2025-10-30

Cara Mengutip

PERBANDINGAN KEPUASAN AKSEPTOR TERHADAP PENGGUNA KONTRASEPSI IMPLAN DAN IUD DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN. (2025). Jurnal Ilmu Kebidanan, 14(2), 239-247. https://doi.org/10.35328/kebidanan.v14i2.3016